Tidak Ada Sistem yang Benar
KARTASURA, menjelang pertengahan abad ke-17. Sebuah iring-iringan pengantin bangsawan lewat sore itu. Tapi bila para wanita yang menonton di tepi jalan pada berbisik atau mendesah, itu bukanlah karena keindahan prosesi. Sesuatu yang lain memukau mereka: di depan iringan itu, di atas kuda yang ranggi, seorang pemuda tegak, rupawan….
Syahdan. Di antara penonton itu diam-diam menyeliplah putera mahkota, Pangeran Adipati Anom. Laki-laki gemuk yang berkaki cacat ini bagai tersengat. Ia bertanya kepada salah seorang pengiringnya, siapa gerangan Si pemuda tampan itu.
“Dia adalah Raden Sukra, tuanku. Putera Raden Adipati Sindu Reja.”
Zaman memang aneh, dan nasib memang buruk. Malam itu putera mahkota menyuruh agar Sukra dipanggil. “Suruh dia menghadapku, dan ikat tangannya.” Dan malam itu, di hadapan putera mahkota, Sukra pun disiksa. Ia beramai-ramai dipukuli oleh para prajurit. Setelah itu: ke dalam matanya dimasukkan semut hitam. Lanjut..