caping • Senin, 17 Agustus 2009 @ 18:45 diunggah oleh zen
MERDEKA memang tidak mudah. Empat puluh tahun merdeka menunjukkan itu. Saya kenal Pak Jamil. Anda mungkin kenal Wardi
atau Johanes. Kita kenal mereka yang tewas dalam pelbagai perang saudara dan pemberontakan. Atau kita pernah ketemu dengan mereka, yang kemudian lenyap setelah sebuah kerusuhan.
Berapa banyak sudah orang yang mati? Berapa banyak anak-anak yang terbuncang oleh guncangan politik dalam riwayat Republik, tersia-sia oleh kekalutan ekonomi, atau celaka oleh kesewenang-wenangan?
Merdeka itu ibarat hidup berkeluarga sendiri: suatu fluktuasi
nasib yang tak bisa disodorkan lagi ke punggung orang lain. Sebelum swasembada beras hari ini, kita pernah disengat hongerudim. Sebelum zaman aman, kita pernah menempuh zaman DI.
Hutan dan pedalaman tak hanya memperdengarkan suara seruling, tapi juga jadi unggur api pembakaran yang ganas - seperti dengan indahnya dituliskan oleh Ramadhan K.H. dalam sebuah puisi panjang tentang Priangan. Dan kita pun hidup dengan trauma. Kita hidup dengan kecemasan.
Lanjut..
caping • Senin, 17 Agustus 2009 @ 18:36 diunggah oleh zen
DENGAN apakah bangsa lahir? Otto von Bismarck berwajah angker, bertubuh berat, berpakaian tebal dan menjawab, “Dengan darah dan besi.” Gaung suaranya dalam.
Jerman memang mungkin lahir durch Blut und Eisen, setelah prajurit Prusia maju menginjak bumi di bawah lars mereka, menembak, membunuh. Perang memang mungkin bapa dari segalanya jika orang cuma percaya pada kata-kata bagus Heracleitus. Benar, perang telah terbukti menyebabkan lahirnya perbatasan baru, mengipas kebanggaan bersama, memasang kekuasaan atau meruntuhkannya. Perang melahirkan Hitler yang kalah, Hiroshima yang dibom dan Asia yang merdeka.
Tapi jika kita percaya hanya itu, kita akan percaya bahwa sejarah adalah hasil pistol dan sersan-sersan — dan di luar peperangan, semua yang dibuahkan adalah anak haram jadah. Padahal sebuah bangsa memang bisa lahir lewat ujian darah dan besi, tapi juga penting bertahannya mitos, mungkin juga impian.
Biarpun impian yang agak konyol, atau sesuatu yang disebut
“imajinasi”.
Lanjut..