caping • Ahad, 18 Desember 2011 @ 23:29 diunggah oleh zen
DI Praha, Sastrawan Vaclav Havel dipenjarakan antara tahun 1979 dan 1983. Sebelumnya, di tahun 1977 ia juga ditahan.
Dosanya: Ia menulis sepucuk surat kepada Husak, presiden Cekoslovakia waktu itu. Dalam surat itu Havel mengingatkan, bahwa pada akhirnya rakyat yang tertekan akan menuntut harga bagi “tindakan yang secara permanen merendahkan martabat manusia”. Ia dianggap “subversif”.
Tapi 12 tahun kemudian, yang dikatakannya terbukti. Rakyat Cekoslovakia merontokkan pemerintah yang membreidel mulut + hati + pikiran manusia itu. Presiden Husak jatuh. Orang ramai pun berseru meminta agar yang menggantikannya adalah orang yang pernah jadi korban: Vaclav Havel.
Ajaib, lebih ajaib dari dongeng. Dalam dongeng, perlu waktu lama buat sang korban untuk jadi pemenang. Di Cekoslovakia, proses itu begitu cepat: 41 tahun lamanya Partai Komunis berkuasa, dalam sebulan fundasinya ambruk. Dan apa kesaktian Vaclav Havel, hingga ia bisa mengalami transformasi dari-si-tertindas-jadi-si-kuasa? Hanya pada kata.
Lanjut..
Esei • Rabu, 30 September 2009 @ 04:51 diunggah oleh zen

Komunisme gagal, dan ada sebuah lelucon tentang itu. Saya mendengarnya di tepi Sungai Neva, Petersburg, di tahun 1990.
Di tepi bengawan yang membelah kota tua itu tertambat kapal penjelajah Aurora, yang sudah jadi sebuah museum. Tanggal 6 Nopember 1917, dari meriam kapal yang dikuasai para pelaut Bolsyewik ini, ditembakkanlah sebutir peluru kosong. Pasukan komunis pun menyerbu Istana Musim Dingin, tempat pemerintahan non-komunis yang dipimpin Kerensky berada. Kaum Bolsyewik menang, Kerensky lari, dan Rusia menjadi negeri komunis pertama di dunia.
Lebih dari 70 tahun kemudian, ketika komunisme terbukti tidak mampu membuat hidup yang lebih baik di sana, orang pun mencemooh: kapal Aurora ternyata punya senjata yang paling dahsyat di dunia, katanya. Dengan satu peluru kosong, ekonomi Rusia dapat dihancurkan selama 70 tahun lebih.
Dari segi ini, komunisme adalah sebuah cerita tragis sebenarnya.
Lanjut..
1 Oktober,
Bayang-bayang PKI,
karl marx,
komunisme,
lenin,
mao,
orde baru,
orde lama,
PKI,
soekarno,
stalin