caping • Ahad, 24 Mei 2009 @ 02:31 diunggah oleh zen

Achmad Djajadiningrat, bupati Serang yang sedang berkeliling
Jawa, menginap di hotel terkemuka itu. Suatu malam ia masuk ke ruang makan, agak telat. Meja-meja telah terisi. Achmad Djajadiningrat yang mengenakan kain, jas model Jawa, destar serta selop sebagaimana umumnya bupati zaman itu - dengan tenang mengambil satu tempat duduk.
Tiba-tiba di belakangnya terdengar seseorang bicara dalam bahasa Belanda: “Wat is dat voor een aap?” Monyet macam apa itu?
Bangsawan tinggi Jawa Barat yang berwajah tampan itu cuma diam. Tapi cemooh tak berhenti. Ketika sang bupati mulai makan (tentu saja dengan sendok dan garpu), suara itu terdengar lagi: “Lihat, lihat, dia makan dengan sendok dan garpu.” Lanjut..
caping • Sabtu, 23 Mei 2009 @ 02:14 diunggah oleh zen
DOKTER tua berumur 50 tahun itu bicara. Suaranya melodius dan
tenang. “Sareh,” kata seorang hadirin kemudian. Wajahnya damai, sikapnya arif. Tak ada api yang meletup. Tapi ada cahaya dari sana. Setidaknya ada kehangatan rupanya, sehingga seorang pemuda yang hadir dalam pertemuan itu tiba-tiba seakan mengalami transformasi batin.
Ia seolah-olah menjadi orang lain. Gemetar sampai ke seluruh
sendi tubuhnya, pandangannya jadi bertambah luas, perasaannya serasa bertambah halus, dan cita-citanya indah. Kesempitan hatinya hilang, begitu pula tujuan hidup yang hanya terbatas pada diri sendiri. Sebuah dunia baru terbentang.
Semua itu adalah pengakuan Dr. Sutomo, dalam bukunya yang terbit pada tahun 1934, Kenang-Kenangan, setelah ia mendengarkan pembicaraan dr. Wahidin Sudirohusodo, di Batavia yang basah oleh musim hujan akhir 1907.
Wahidin yang terkenal itu (karena ia anak priayi desa yang berhasil jadi dokter di akhir abad ke-19 itu, dan karena tulisan-tulisannya) sengaja datang menemui para mahasiswa STOVIA. Ia mengimbau agar para calon dokter bumiputra itu bekerja mengumpulkan dana untuk membantu anak-anak muda Jawa, agar mereka yang cerdas dapat masuk ke lembaga pendidikan Belanda. Dan mungkin karena sikapnya yang tulus, ia memikat. Lanjut..