caping • Kamis, 2 April 2009 @ 10:01 diunggah oleh zen

Setelah Mas Wahidin

TIDAK mudah jika orang tua harus bersaing dengan anak-anak muda di abad ke-20.

Mas Wahidin Soedirahoesodo adalah pensiunan “dokter Jawa” dan pada suatu hari di tahun 1906 ia berkeliling. la terdorong oleh keinginan baik: ingin mendirikan sebuah badan yang dapat membantu pemuda Jawa yang berbakat untuk memperoleh beasiswa.

Hasilnya tak banyak. Baru setelah Mas Wahidin yang sepuh itu ketemu para mahasiswa STOVIA (sekolah dokter pribumi), gagasannya disambut dengan penuh semangat. Tapi dengan segera Mas Wahidin tahu: para mahasiswa itu sebenarnya ingin sesuatu yang lain.

Gagasan memberi beasiswa tiba-tiba diperluas ke arah gagasan terbentuknya Algemene Javasche Bond (Persatuan Jawa Umum). Untuk itu dibentuklah Boedi Oetomo dengan tujuan menggugah dan memajukan rakyat Jawa. Dan kepemimpinan Boedi Oetomo dengan segera terlepas dari Mas Wahidin, pensiunan dokter Jawa itu. Di depannya muncul sudah sejumlah mahasiswa kedokteran yang lebih bergelora: Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo beserta kakaknya, Tjipto.

Tapi juga tak mudah jadi anak muda dalam suatu masa perubahan nilai-nilai yang gawat di awal abad ke-20 —untuk melepaskan diri dari pengaruh orang-orang tua yang kebetulan menjadi anggota perkumpulan. Lanjut..