Enam Jam di Yogya
GAMELAN sayup-sayup. Seorang pemuda berpakaian Jawa keluar dari pintu. Mengendap-endap. Di luar jauh di sana, terdengar panser dan truk tentara Belanda berseliweran. Pemuda itu hati-hati menyelinap di antara rumah-rumah kampung Yogya yang pada itu, lalu menghilang.
Di waktu subuh, ia kembali ke rumah tempatnya menumpang. Ia berusaha agr langkahnya tak membangunkan induk semangnya. Tapi ketika ia naik tangga ke kamarnya sendiri di atas, ia dengar wanita itu sudah bangun di kamar bawah. Habis sembahyang subuh. Cepat-cepat ia masuk ke kamar tidurnya, berganti pakaian, memakai slaapbroek lagi, membuka jendela, dan pura-pura bangun tidur. Tapi ibu itu, masih mengenakan mukena, muncul di pintu, “Apakah Nak Mohtar baru ketemu ngarsa dalem?” tanyanya.
Pemuda itu tak bisa mengelak lagi. Rahasianya tersingkap. Wanita itu tahu bahwa pemuda yang mondok di rumahnya adalah seorang anggota gerakan bawah tanah, kurang-lebih penghubung antara para gerilyawan di gunung dan kraton Yogya yang diam-diam melawan kekuasaan pendudukan Belanda. Lanjut..