caping • Senin, 4 Mei 2009 @ 00:30 diunggah oleh zen

Duel

KEMARIN saya baca cerita sedih Alexander Hamilton. Hari itu 11 Juli 1804. Sebuah duel berlangsung di tubir karang di atas Kali Hudson. Sebuah duel, sebuah drama dalam sejarah Amerika: seorang tokoh politik, juga tokoh Revolusi Amerika, Hamilton, saling tembak dengan Aaron Burr, Wakil Presiden. Burr merasa Hamilton telah menistanya di surat kabar, dan perkara ini harus diselesaikan secara “orang terhormat”.

Burr menembakkan peluru pistolnya ke ulu hati Hamilton. Lelaki itu roboh. Setelah 30 jam kesakitan, ia mati. Umurnya 47. Masih muda. Tapi betapa panjang ia terkait dengan sebuah revolusi yang dengan susah-payah ingin membuat demokrasi.

Hamilton terkenal sebagai perumus ide tentang bagaimana sebuah republik harus berdiri di tengah kebebasan. Ia penganjur negara yang kuat, warga yang bertanggung jawab. Lawan politiknya, terutama Thomas Jefferson, menyerangnya sebagai musuh kemerdekaan. Hamilton, tuduh Jefferson, memuja Julius Caesar, sang penakluk yang mengangkat diri jadi maharaja, dan tak mengagetkan bila Hamilton ingin Amerika jadi sejenis monarki. Sebaliknya, bagi Hamilton, orang macam Jefferson, yang curiga kepada kekuasaan negara yang ekspansif, adalah seorang promotor “kekacauan umum”. Lanjut..