Puisi • Jumat, 1 Mei 2009 @ 03:28 diunggah oleh zen

Lagu Pekerja Malam

Lagu pekerja malam
di sayup-sayup embun
Antara dinamo menderam
Pantun demi pantun

Lagu pekerja malam
Lagu padat damai
Lagu tak terucapkan
Jika dua pun usai

Tangan yang hitam, tangan lelaki
Lengan melogam berpercik api
dan batu pun retak di lagu serak:
Majulah jalan, majulah setapak

Nada akan terulang-ulang
dan lampu putih pasi:
Panjang, alangkah panjang
Dini hari, o, dini hari!

Lagu pekerja malam
Lagu tiang-tiang besi
Lagu tak teralahkan
Memintas sepi

[1962]

Catatan tambahan:

Titimangsa pembuatannya sedikit banyak bisa menjelaskan genesis –jika bisa disebut demikian– sajak “Lagu Pekerja Malam” ini. Ditulis pada 1962, sajak ini lahir di tengah pasangnya kampanye revolusi ala Demokrasi Terpimpin-nya Soekarno. Hasrat besar Soekarno pada revolusi, yang ia bayangkan sebagai “simfoni yang menjebol dan membangun”, terejawantah dalam praktik mobilisasi massa, mula-mula kampanye pembebasan Irian Barat dan berlanjut kampanye “Ganjang Malaysia”.

Dalam esai berjudul “Afair Manikebu, 1963-1964″, Goenawan Mohamad menulis:

Di tengah gemuruh seperti itulah [Orwell akan menyebutnya sebagai "a continuous frenzy"] ada kesediaan yang tulus, meskipun barangkali naif, dari banyak penulis –dengan pelbagai kecenderungan aliran politik mereka– untuk membuat karya-karya yang berpaut dengan “tanah air” atau “massa rakyat”. Sajak-sajak liris, yang “subyektif”, dengan sendirinya seperti kehilangan peran, atau susut ke latar belakang.

Salah satu sajak yang saya tulis dari masa itu, misalnya, adalah “Lagu Pekerja Malam”. Cerita pendek terkemuka waktu itu ditulis oleh Bur Rusuanto, dengan latar belakang para pekerja di perusahaan minyak, yang kemudian dikumpulkan dalam Mereka Akan Bangkit. Hartojo Andangjaja, seorang penyair dan penerjemah puisi yang menurut saya lebih kuat ketimbang Trisno Sumardjo, menerbitkan ode yang cukup panjang dengan judul “Rakyat”.

Sajak “Lagu Pekerja Malam” sengaja diunggah di sini, terutama karena hari ini tepat 1 Mei.

Bookmark and Share

Beri Komentar