Kwatrin tentang Sebuah Poci
Pada keramik tanpa nama itu
kulihat kembali wajahmu
Mataku belum tolol, ternyata
untuk sesuatu yang tak ada
Apa yang berharga pada tanah liat ini
selain separuh ilusi?
sesuatu yang kelak retak
dan kita membikinnya abadi
1973
————————————————-
Ini adalah satu dari sekian sajak Goenawan Mohamad yang digubah oleh komposer Tony Prabowo. Keduanya beberapa kali berkolaborasi, termasuk mementaskan opera yang naskahnya ditulis oleh Goenawan Mohamad. Mengenai gubahan Tony Prabowo atas sajak Kwatrin tentang Sebuah Poci ini, sebuah catatan dari Sinar Harapan melaporkan:
”Kwatrin Tentang Sebuah Poci” diisi kembali di Graha Bakti Budaya (4-5 Februari 2005) kali ini dengan vokal soprano Binu D. Sukaman dan pianis Adelaide S. Simbolon. Pendekatan puisi ini, yang oleh Tony Prabowo dikatakan ”pemaknaan kesunyiannya tak dikurangi atau ditambahkan dalam nada-nada komposisinya” terasa menyiratkan kesunyian dengan suara Binu.Bagi Tony, sebagai komposer, usaha menempatkan komposisi nada karya Goenawan ”Kwatrin tentang Sebuah Poci” inilah yang paling berhasil dia ambil terutama tentang kesunyiannya.
saya suka bangat …lucu,membayangkan memplototin sebuah teko …mencari sesatu yg lebih dari sebuah teko diluar dari fungsi sebenarnya.Keren ….