Esei • Senin, 31 Agustus 2009 @ 22:13 diunggah oleh zen

Tatal 18

Yang menyangka ada jalan pintas dalam iman akan menemukan jalan buntu dalam sejarah.

Tiap masa selalu ada orang yang mengembara dan membuka kembali pintu ke gurun pasir tempat Musa —yang tak diperkenankan melihat
wajah Tuhan— mencoba menebak kehendak-Nya terus-menerus. Di sana tanda-tanda tetap merupakan tanda-tanda, bukan kebenaran itu sendiri. Di sana banyak hal belum selesai.

Gurun pasir tak sepenuhnya dialahkan, dan cadar selalu kembali seperti kabut. Manusia bisa tersesat, tapi sejarah menunjukkan bahwa umat tak pernah jera justru ketika Tuhan tak jadi bagian benda-benda yang terang.

* Dikutip dari buku Tuhan dan Hal-hal yang Tak Selesai.

Ada 1 Komentar

  1. Angelina Hendarto

    Sejarah telah menghasilkan perubahan iman di satu tempat. Keimanan terakhir adalah hasil proses sejarah yang tidak bisa lepas dari politik dan kekuasaan…
    Kelemahan manusia berupa kebutuhan akan Iman adalah alat yang paling ampuh untuk tujuan politik di masa lalu dan di masa mendatang

    Angelina Hendarto

Beri Komentar