PDF • Selasa, 20 Oktober 2009 @ 09:03 diunggah oleh zen

Update Dokumen PDF

Untuk memudahkan pembaca dan memberi kenyamanan saat membaca esai-esai yang panjang, situs ini secara berkala akan memberikan dokumen-dokuman dalam format PDF. Naskah-naskah yang disajikan dalam bentuk PDF dipilih sedemikian rupa, terutama untuk esai-esai penting dan relatif panjang.

Beberapa naskah yang sudah diunggah dalam format PDF di antaranya adalah naskah lakon berjudul Surti, pidato berjudul Menggali Pancasila Kembali dan naskah buku berjudul Demokrasi dan Kekecewaan yang memuat dua esai Goenawan Mohamad dan enam esai yang merupakan tanggapan terhadap esai Goenawan Mohamad.

Kali ini pembaca situs kembali disuguhkan dua dokumen PDF. Pertama, dokumen esai Seks, Sastra, Kita. Esai yang ditulis pada 1969 ini menjadi salah satu naskah Goenawan Mohamad yang cukup populer dan penting. Hingga kini, esai Seks, Sastra, Kita masih sering dirujuk tiap kali membicarakan persoalan seks dalam sejarah kesusastraan Indonesia.

Kedua, dokumen PDF dari esai berjudul Eksotopi. Esai panjang ini juga menjadi salah judul buku kumpulan esai Goenawan Mohamad yang berisi sejumlah esai-esainya yang panjang. Di esai ini, Goenawan Mohamad menguraikan apa artinya identitas di dunia yang makin kompleks.

Untuk mengunduh dokumen PDF esai Seks, Sastra, Kita dan esai Eksotopi, Anda bisa langsung mengunjungi halaman UNDUH PDF.

Esei, PDF • Rabu, 17 Juni 2009 @ 06:57 diunggah oleh zen

Enam Tanggapan, Satu Jawaban

Pidato ilmiah Goenawan Mohamad, Demokrasi dan Disilusi, yang disampaikan pada 23 Oktober 2008 dalam acara Nurcholish Madjid Memorial Lecture II ditanggapi secara beragam oleh beberapa intelektual yang diminta secara khusus untuk menanggapi pidato Goenawan Mohamad tadi.

Enam penanggap itu adalah William Liddle, Rocky Gerung, Dodi Ambardi, Robertus Robert, Ihsan Ali Fauzi dan Samsu Rizal Panggabean. Dua nama terakhir adalah editor buku Demokrasi dan Kekecewaan yang berisi pidato Goenawan Mohamad berikut enam esai tanggapan serta diakhiri dengan jawaban Goenawan Mohamad atas enam esai tanggapan tersebut.

Selain dengan membaca buku Demokrasi dan Kekecewaan, Anda juga dapat membaca enam esai tanggapan itu yang sudah diformat dalam bentuk PDF di halaman INI.

Berikut jawaban Goenawan Mohamad atas enam tanggapan atas orasi ilmiahnya. Lanjut..

Naskah Pentas, PDF • Kamis, 19 Februari 2009 @ 19:18 diunggah oleh gm

Surti dan Tiga Unggas: Sebuah Monolog

SEBUAH RUANG DENGAN DUA PERMUKAAN.

DI ATAS TAMPAK SEBUAH KATIL TERTUTUP KAIN.

DI BAWAH: SEBUAH GAWANGAN DENGAN BANDUL, SELEMBAR MORI DUA KACU YANG SUDAH SEBAGIAN DIBATIK, SEBUAH DINGKLIK, SEBUAH WAJAN DI ATAS ANGLO, SEBUAH TEPAS. SELEMBAR TAPLAK. BEBERAPA CANTING. SEBUAH BANGKU.

DI LATAR BELAKANG BISA DITAMBAHKAN LAYAR, TEMPAT DIPROYEKSIKAN SATU ATAU BEBERAPA FOTO HITAM-PUTIH, DARI TAHUN 1945-AN. ATAU TAK PERLU APA-APA.

PEREMPUAN ITU 33 TAHUN. NAMANYA SURTI.
SENDIRI.
__

BUNYI KECREK.

Saya ingin bercerita panjang. Saya hanya bisa melakukannya jika saya sendirian, seperti sekarang, ketika rumah kosong.

Saya ingin mengatakan tentang satu hal yang tak pernah bisa saya katakan dengan lurus. Saya selalu bingung di mana awalnya, di mana akhirnya. Barangkali semua cerita seharusnya demikian, tapi saya tahu saya harus memilih. Tidak gampang. Tidak gampang.
Lanjut..